Pada tahun naga air ini, industri musik Tanah Air akan semakin baik dan bertumbuh. Hal ini ditandai dengan semakin marak dan menggeliatnya industri musik Indonesia dengan semakin menjamurnya artis papan atas yang mengadakan konser di Indonesia. Selain itu, semakin banyak lahir band-band baru. Tak lupa, tahun ini ada band atau musisi yang menelurkan album baru. Salah satu band atau musisi yang akan meluncurkan album tahun ini adalah D’Masiv.
Grup musik dengan personel, Rian Ekky Pradipta (vokal), Dwiki Aditya Marsall (gitar), Nurul Damar Ramadan (gitar),Rayyi Kurniawan Iskandar Dinata (bass), dan Wahyu Piadji (drum) ini rencananya akan meluncurkan album ketiga pada 1 atau 3 Maret ini dengan single yang berjudul Natural. Album yang berisi 12 lagu itu mayoritas merupakan lagu ciptaan sang vokalis,Ryan. Ditanya mengenai masih prospektifkah peluncuran album bagi sebuah band, Ryan mengatakan,semua musisi pasti ingin memiliki album.“Kalau kita sudah punya album, itu kaya kita sudah punya ijazah.
Apabila orang sudah dengar satu single misalnya di radio, orang pasti akan beli albumnya.Ternyata pas beli albumnya, mereka juga suka lagu yang lainnya juga,”ujar Ryan. Senada dengan D’masiv, penyanyi yang baru saja menyabet gelar penyanyi solo pria pilihan pemirsa Dahsyat,Sammy Simorangkir mengatakan, album tetap merupakan kepuasan musisi atau seniman. “Pasti, kalau tidak menghasilkan suatu album,itu bukan seniman namanya. Album itu kan kepuasan tersendiri, dan saat ini RBT lagi restart semua dari nol sehingga album itu bagi seorang musisi masih prospektif pastinya.
Dengan demikian, musisi akan tetap berkarya dan membuktikan kepada masyarakat bahwa musisi bisa bangkit dari keterpurukan masa lalunya yang cukup kelam,” ujar dia. Menurut Sammy, hal itu memberikan banyak pelajaran penting dalam hidup. Sementara bagi Rayendie Rohy Pono,mantan vokalis Pasto yang saat ini akan melakoni solo karier, jika bicara mengenai kepuasan dan eksistensi jangka panjang, album selalu jadi pilihan utama.“Keberadaan album seharusnya di atas teknik penjualan apa pun, mau RBT kah,mau downloadlegal lagu kah.Peran album masih lebih penting.
Memang subjektif, tapi saya yakin musisi Indonesia lainnya juga begitu,“ imbuhnya. Dia menambahkan, setiap album yang diproduksi merupakan proses kenaikan kelas.“Ketika musisi sudah mengerjakan A dan orang sudah tahu,ini saatnya bikin yang baru dan tantangannya adalah tetap bisa berjualan lagu apa tidak,” kata dia. Pengamat musik Bens Leo punya teori menarik soal dibuat atautidaknya albummusikuntuk grup musik. Menurut dia, dukungan penggemar yang besar dan komunitas yang kuat akan sangat membantu grup musik memiliki album.
Dukungan penggemar dan komunitas yang kuat juga sangat menguntungkan grup musik dalam menghadapi kondisi musik Tanah Air yang sangat dinamis. “Inilah saatnya membangun kembali kemurnian industri musik layaknya tahun 85 dan 90- an,”ujar dia.